Crystal X banner

Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2015

Anak Obesitas Rentan Menderita Asma

Tahukan anak yg mempunyai berat tubuh berlebih atau obesitas memilki kesempatan lebih gede mengidap asma. Berdasarkan bermacam studi, anak yg mempunyai badan gemuk yg masihlah berusia enam sampai tujuh thn lebih beresiko mengalami penyakit asma & penyakit terhadap pernafasan lain dikala berumur delapan th. Sementara anak yg berbobot di atas normal tetapi berumur lebih belia tak beresiko mempunyai masalah asma terhadap tubuhnya. Berat tubuh mereka jadi normal sesudah berumur enam sampai tujuh th. Hasil tersebut didapati dari satu buah riset yg dilakukan oleh sebanyak peneliti di Belanda.
Baru-baru ini Salome Scholtens juga sebagai ilmuwan yg berasal dari National Institute for Public Health and the Environment di Bilthoven, Belanda mengungkapkan hasil penelitiannya. Dikatakan obesitas mampu berpengaruh terhadap perkembangan gejala asma kepada anak. Tiap-tiap thn, timnya melaksanakan tes sensitivitas terhadap jalur pernafasan banyaknya anak pada sekian banyak tipe alergi.
Dari hasil uji mencoba tersebut di temukan anak yg masihlah berusia enam sampai tujuh th yg mempunyai berat tubuh diatas normal, 68 prosen diantaranya mempunyai dampak utk mengidap penyakit pernafasan. Sementara 66 prosen dari subyek penelitian tersebut pun rentan mengalami gejala nafas berdesah kepada disaat mereka menginjak usia delapan th. Hasil ini berasal dari anak-anak yg berbadan gemuk atau mengalami obesitas.
Scholten mengungkapkan, dari beraneka ragam fakta hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan anak yg mempunyai kesusahan bernafas kepada umur dini bisa sembuh kalau dirinya mempunyai bobot normal kepada umur delapan thn.
Bagi anak-anak bakal sangat susah utk membatasi makanan yg ia makan, utk itu peran ortu dalam mengontrol makanan yg di mengonsumsi anak amat dibutuhkan. Mengganti beraneka cemilan anak Kamu dgn buah segar atau cemilan sehat lain yg tak memunculkan obesitas. Biasakan anak Kamu buat makan rutin supaya berat badannya senantiasa terjaga.
Bakal masih banyak dampak penyakit jikalau badan anak Kamu terlelu gemuk seperti bakal mengganggu kesehatan jantung & organ mutlak lain.

Rabu, 26 November 2014

Inilah Tanda Gangguan Fungsional Saluran Cerna Anak

Gangguan fungsional yang biasanya terjadi pada saluran cerna anak terjadi karena organ pencernaan anak yang belum matang. Pakar kesehatan anak mengatakan bahwa meski bukan penyakit namun bukan berarti gangguan ini tak berbahaya bagi anak-anak.
Seorang professor yang merupakan anggota koligium IDAI Yogyakarta mengatakan bahwa gangguan saluran cerna dapat berbahaya apabila diiringi dengan adanya penurunan berat badan. Itu artinya nutrisi dari ASI yang diberikan tidak terserap maksimal oleh tubuh.
Dalam media workshop Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dikatakan "Kalau gumoh kan susunya balik lagi ke atas kan, jika terus menerus seperti itu bisa jadi nanti sang bayi tidak mendapat nutrisi yang cukup dari ASI yang diberikan oleh sang Ibu”. Anda sebagai orang tua juga harus selalu memperhatikan porsi makan anak. Walaupun gangguan fungsional saluran cerna dapat dicegah dengan memberikan anak makan secukupnya namun bukan berarti orang tua harus senang jika akhirnya anak menjadi malas makan atau porsi makannya semakin berkurang.
Anak yang malas makan atau minum ASI bisa diakibatkan adanya gangguan pada tenggorokan sang anak. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh asam lambung anak juga ikut naik saat gumoh dan kejadian ini bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada kerongkongan anak.
Jika terus menerus naik ke kerongkongan nanti dapat terjadi inflamasi dan pembengkakan. Jika sudah memasuki tahap berbahaya maka pembengkakan ini dapat menyebabkan radang dan akhirnya harus dioperasi.
‎Penggunaan obat-obatan yang dijual bebas di took-toko obat tidak dianjurkan untuk mengatasi gangguan pencernaan pada anaa karena anak belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna seperti orang dewasa. Organ sang anak pun belum berkembang dengan maksimal. Jika diberikan obat maka efek samping yang dirasakan sang anak akan lebih besar daripada manfaat yang didapat.

Sebab itulah beberapa dokter tidak menyarankan para orang tua untuk memberikan obat bebas kepada anak meski anak sedang mengidap kolik atau bahkan konstipasi. Lebih baik periksakan ke dokter anak untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi penyebab gangguan pada anak Anda tersebut.